SUKAN
atau perlombaan olah raga The Hunger Games memaksa setiap
pasangan peserta dari 12 distrik negeri Panem bertarung di alam buas
sampai tinggal seorang pemenang. Tahun lalu, periode ke-74, secara
tak terduga dimenangkan Katniss Everdeen dengan mitranya Peeta
Mellark. Sebetulnya Katniss yang mahir berburu dalam hutan dengan
panah, menggantikan Prem, adiknya tersayang yang masih praremaja. Ia
sendiri mempunyai kekasih, Gale Hawthorne, yang mengajarinya ilmu
bela diri. Namun gara-gara menjadi pemenang itulah, sekarang Katniss
mesti bertunangan dengan Peeta, dan membuat tour kemenangan ke 12
distrik.
Rakyat jelata
mengelu-elukan mereka sebagai idola baru membuat Presiden Snow
bertekat menumpas keduanya. Penasihat barunya, Plutarch Heavensbee
(yang lama telah dieksekusi), punya cara-cara teramat licik, hingga
untuk sukan ke-75, pasangan Katniss-Peeta mesti maju berkelompok
menghadapi berbagai ancaman maut di rimba buatan. Antara lain kabut
beracun yang menyentuhnya pun bikin kulit melepuh, gerombolan baboon
liar, ratusan ekor burung buas yang memekik-mekik menirukan suara
keluarga para peserta, belum lagi para algojo tersembunyi yang
disebar. Dengan panahnya Katniss berhasil menghancurkan pusat kubah
di langit rimba buatan (eh, berapa sebenarnya jumlah anak panah
miliknya?).
Tokoh Katniss
berhasil dihidupkan aktris muda berbody atletis Jennifer
Lawrence. Penampilannya sudah mencuri
perhatian sejak memerani Raven alias Mystique dalam X-Men: First
Class (2011) hingga segera dibuat sempalannya tersendiri sebagai
superheroine. Kualitas aktingnya pun terbukti dengan menyabet
piala Oscar Best Actress 2012 lewat drama Silver Linings
Playbook.
Dua aktor muda
lawan mainnya; Josh Hutcherson
(sebagai Peeta Mellark) dan Liam Hemsworth
(kekasih sejatinya, Gale Hawthorne), sang presiden oleh veteran
Donald Sutherland dan aktor
watak Philip Seymour Hoffman
sebagai penasihat yang membelot dengan berbalik mendukung kaum
revolusioner. Mereka semua melanjutkan peran dari prequelnya, dengan
catatan sutradara Francis Lawrence
berhasil menggarap sequel ini lebih emosional dan memikat alur
cerita serta gamblang perwatakan masing-masing tokoh.
Film pertama
beredar tahun lalu berbujet $ 78 juta, namun dari perbioskopan di
Amerika saja meraup lima kali lipat, $ 408 juta. Jelas ide yang
disebut diilhami film pertaruhan nyawa sadis dari Jepang, Battle
Royale, sangat disukai kawula muda. Toh hakekatnya kisah sukan
maut sudah digelar lewat The Running Man (dibintangi Arnold
Schwarzenegger) yang ulang buat sebuah film Prancis kontemporer.
Sedangkan merekayasa dunia baru dalam sebuah kubah sudah dialami Jim
Carrey lewat The Truman Show. Memang benar ‘tiada sesuatu
yang baru’, namun bagaimana para sineas mengolah hingga resep lama
pun bisa menjadi segar dan terasa baru, itulah kelebihan mereka.
Cerita memang
belum berakhir, karena buku karangan Suzanne Collins pun terdiri
dari tiga jilid, jadi ada sequel berikutnya, The Hunger Games:
Mockingjay, namun karena durasi satu film kurang mencukupi (padahal
nyaris 2,5 jam) untuk memvisualkan kisah perjuangan Katniss Everdeen
dalam menggulingkan kediktatoran Presiden Snow, maka dibuat menjadi
dua film, Part I dan Part II, sama persis seperti
Harry Potter 7. Tunggu beredarnya tahun 2014 dan 2015 untuk
pemungkasnya! *** YaWi.
- Nilai: 70
|